sekolah

Labbaik Allahumma Labbaik!

Assamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Hari Selasa kemarin, bagi anak kelas 12 di sekolahku adalah saatnya mengikuti ujian praktik Agama. Nah, ujian ini terdiri atas beberapa cabang. Cabangnya itu renang, softball, bola voli dan basket.

Paragraf di atas menjadi aneh karena dua kalimat terakhir. Penggantian kalimatnya sebagai berikut.

Rangkaian ujian praktik Agama itu dimulai dari manasik haji, salat jenazah, dan baca Quran.

Tau nggak sih lo? Terakhir kalinya saya manasik haji itu saat saya duduk di bangku TK. Bangku TK yang warna apa? Nggak tau deh, bangku di TK saya sih warna-warni. Saya nggak begitu ingat kehidupan TK saya di Jakarta. Ingatnya pas TK di Batam. Waktu itu pernah dijambak. Pernah berantem gara-gara tempat minum juga kalo ngga salah. Pernah ke TK pake topi Tersanjung warna kuning dan ada gambar bunganya warna pink.

Ah, nostalgia mengenang masa lalu memang indah. Tetapi, untuk bisa mengenang masa lalu dengan indah, dibutuhkan kerja keras pada hari ini agar berbuah manis di masa depan. Di masa depan nanti, kita bisa bertemu dengan Doraemon. Nanti, barulah kita kenang perjuangan kita pada saat dulu berjuang habis-habisan, berjuang puputan (kaitkan dengan arti dari perang Puputan Margarana). Untuk masuk ke PTN yang kita inginkan, misalnya.

Dalam paragraf di atas terdapat kalimat yang tidak padu. Sebenernya ga usah padu-padu amat sih. Soalnya, saya bukan anggota paduan suara di sekolah saya.

Hei hei hei.

Manasik haji di sekolah saya itu mulainya dari aula. Di sana semua murid yang sudah memakai ihram dikumpulkan. Semua murid memakai mukena dan celana panjang putih. Loh, yang laki juga pake mukena? No, no, no, ma bro. Murid perempuan saja, soalnya murid laki-lakinya lagi bersimbah keringat di Saparua, meregang nyawa bersama-sama. Ujian praktik Olahraga deh, singkatnya. Lalu, di aula ini kami di tes niat Haji. Niat hajinya itu: Labbaika hajan, Labbaika allahumma labbaika. Labbaika laa syarikalaka labbaika, innalhamda wani’mata laka walmulka, laa syarikalaka.

Di tesnya itu satu demi satu loh. Jadi aja lama. Tapi saya tidak merasa bete. Tidak pula bosan. Karena saya punya teman-teman di sekeliling saya, saya bisa melewati ini semua. (mendingan bikin teks naskah buat FTV aja noh, Dhil!)

Setelah ke luar dari aula, jalannya per kelas. Karena kelas saya XII IPA 6, ya, saya jalan bareng mereka, bukan sama anak kelas XI IPA 6, karena mereka lagi belajar di kelas. Berarti kalo XI IPA 6 ngga belajar di kelas, saya harus gimana? Ya ngga gimana-gimana sih. Ga ngaruh buat hidup gue.

Udah gitu, kami ngambil batu di deket ruang guru. Batunya buat apa? Buat dipegang buat nahan BAB. Ya nggak dong. Buat diliatin ke Bu Tuti sambil kami di tes niat haji, lagi. Udah diliatin ke Bu Tuti, batunya diapain? Dipegang buat nahan BAB. Ya nggak dong, buat lempar jumroh, Cuy!

Kami berjalan melewati kelas XI IPS. Sampai ke deket perpustakaan, ada sesosok manusia berbaju putih. Ternyata sosok itu adalah Bu Raflini. Dulu, beliau mendampingi Bu Leslie dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Nggak deng, bohong. Mereka berdua itu berduet mengajar kelas kami.

20120329-052233.jpg

Bu Raflini lagi serius! Jangan diganggu.

20120329-052544.jpg

Mengantri. Membariskan diri.

20120329-052637.jpg

Beberapa teman-teman sekelasku. Nampaknya mereka lagi nyanyi. Tapi nyanyi itu tidak relevan dengan kegiatan kami, manasik haji. Berarti tidak mungkin lagi nyanyi. Kebetulan lagi mangap aja kali ya.

Setelah dari pos Bu Raflini, dites niat haji, tiga kali cenah dites niat hajinya, kami menuju Kabah yang ada di lapangan Basket untuk melaksanakan tawaf. Sepanjang perjalanan kami ke Kabah, kami bertalbiyah. Talbiyah itu yang labbaik allahumma labbaik itu looh. Asik banget lah, teriak-teriak ini sepanjang lorong (saya sih teriak, ya, saking excited-nya, yang lain ada juga yang talbiyah-nya biasa-biasa aja, ada juga yang bisik-bisik, Allah kan Maha Mendengar, bisik-bisik aja juga pasti kedengeran, pikirnya).

Sesampainya kita di dekat Kabah, ada Bu Nurjanah menanti. Bukan buat tanya-jawab Pkn ternyata. Ya iyalah. Beliau memberikan sepatah dua patah goyangan dangdut. Bukan deng. Tugas Beliau yaitu memberi pengarahan sebelum tawaf. Sementara itu, ada juga Pak Fauzi yang bertugas memantau kami apakah bertawaf dengan benar atau tidak.

20120329-055546.jpg

Bu Nurjanah dan Kabah.

20120329-055611.jpg

Bu Nurjanah dilihat dari sudut pandang anak TK.

20120329-060329.jpg
Tawaf.

Setelah tawaf, kami menuju ke depan Ruang BK bertemu dengan Bu Mualifah untuk konsultasi masalah pilihan kami ke PTN. Tapi bohong. Kami ke sana untuk melaksanakan sai.

20120329-055954.jpg

Bu Mualifah lagi serius. Jangan diganggu!

20120329-060528.jpg

Yang ini fotonya rada goyang. Padahal ngga ada dangdutan.

Kami bolak-balik dari depan Ruang BK, ke dekat kantin. Setelah 7 kali balikan, kita pura-pura tahalul (cukur rambut, minimal tiga helai rambut) di depan Laboratorium IPS.

20120329-060907.jpg

Tahalul. Ente tahalul! (bahlul meren)

Tahalul adalah kegiatan terakhir saat haji. Alhamdulillah, berarti saya resmi menjadi Hajah-hajahan Fadhila Hasna Athaya!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Standard

2 thoughts on “Labbaik Allahumma Labbaik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s