Kemajuan Hidup setelah Empat Bulan

Sudah sejak lama saya ingin membuat postingan di blog dengan membuat kerangka tulisannya terlebih dahulu sebelum mulai bercerita. Kapan saya menyadari keinginan hal akan hal itu? Sejak saya mengenyam bangku SMP. Saat itu, pertama kalinya saya mengenal cara tercanggih untuk menjaga pikiran tidak jauh dari alur yang ditetapkan seharusnya. Mengapa baru diajari saat SMP ya? Padahal semakin dini diajarkan, maka akan semakin mudah untuk diimplementasikan. Benar kan? Contohnya saja, sejak kecil saya diajari untuk membuka pintu kalau mau keluar ruangan. Jadi lah, hingga sekarang, saya bisa keluar masuk ruangan dengan mudah.

Continue reading “Kemajuan Hidup setelah Empat Bulan”

Video: Kedai Tahu Mang Awi

Assalamualaikum!

Sudah lama tidak berjumpa, kawan! Sibuk banget sih bulan lalu tuh. Sibuk UTS, apalagi UTS Introduction to Management and Business Science. Emang UTS-nya ngapain sih? Paling ngisi soal doang. Tidak, ternyata. UTS-nya itu kami harus melakukan business simulation. Intinya dari business simulation ini tuh, kami harus bisa merancang suatu usaha kecil-kecilan yang benar-benar akan kami jalankan selama hari yang ditentukan. Mulai dari business plan, market research, marketing plan, dan lain-lain yang selayaknya dijalankan oleh orang-orang sebelum memulai untuk berbisnis.  Pokoknya proses yang kami lakukan harus berjalan dengan benar. Lalu, business simulation pun menuntut kami menjadi pribadi yang punya alasan dibalik semua tindakan deh. Alasan memilih tahu jadi produk untuk dijual, alasan memillih venue, alasan memilih vendor, alasan memilih target pembeli, alasan menentukan target penjualan, sampai alasan menempel poster di suatu tempat.

Kelompok business simulation saya adalah Kedai Tahu Mang Awi. Kenapa harus Mang Awi? Soalnya nama  Awi adalah singkatan nama tutor kami, Pak Anggara Wisesa. Tutor yang sangat menginspirasi bagi kami. Kenapa harus jualan tahu? Sebab tahu adalah salah satu makanan khas Indonesia yang digemari. Saya gemar memakan tahu. Bukan karena saya suka ingin tahu, melainkan karena tahu itu WOW rasanya. Jujur saja nih ya, dari lubuk hati yang paling dalam, saya lebih suka makan tahu daripada makan tempe. Kenapa? soalnya kalo tempe itu di permainan Poker merupakan kartu yang paling lemah. Tapi, nggak berarti gara-gara ini saya lebih suka makan sekop daripada tempe ya. Gak lucu sih. Ya, inilah saya. Ini hidup saya. Saya suka tahu, dan saya ingin tahu.

Segini dulu. Lagian kan judulnya cuma mau ngasih liat video aja, kan? Hehe.

Wassalamualakum.

ULTRATEABAG first generation: SOLD OUT!

Hey, hey! ULTRATEABAG first generation buatan kami, manusia ultra, Dh25ila, Icha, dan Danti udah SOLD OUT! Pada hari penjualan pertama, barang yang umumnya sudah dipesan oleh beberapa kerabat kami telah diambil dan dibayar. Sisa 4 untuk orang yang sudah memesan tapi tidak masuk sekolah pada hari itu. Jadi, bisa kami resmikan bahwa ULTRATEABAG first generation sudah SOLD OUT.

Berminat pada produk kami? Jangan khawatir. Karena akan ada beberapa hal hal seru yang akan anda temukan di ULTRATEABAG second generation yang akan kami buat sebentar lagi.

dsc03761

Penglaris Pertama:

Yunisah (Paling kanan)

Membeli:  Snoopy ULTRATEABAG

dsc03762

Penglaris Kedua:

Mentari Gita Pertiwi (Paling kanan)

Membeli: Fangy Angel ULTRATEABAG

dsc03763

Penglaris Ketiga dan Keempat:

Fithri Nisrina (Paling kiri) dan Gya (kedua dari kiri)

Membeli: Snoopy ULTRATEABAG dan Fangy Angel ULTRATEABAG

dsc03764

Penglaris Kelima:

Chaterina Pratama K. (Paling kanan)

Membeli:

Snoopy ULTRATEABAG

Dan tiga produk lainnya sudah dibooking oleh beberapa orang yang tidak masusk sekolah tanggal 22 Desember 2008.

Jalan Tamim, Penuh Konflik, Asa dan Dia Tak Berdaya

dsc0365312 Desember 2008, sebelum latihan.

Ini dia!!! Jalan Tamim, yang deket Pasar Baru. Kalo Jalan Tamam ada di belakang pasar lama.

Untuk apa gw ama Icha pergi ke tempat ini? Karena yang tak lain dan tak bukan hanya untuk membeli kain. Kain? Kafan kah? Oh tentu saja iya tidak. Kami berdua, menjalin cinta beli kain katun. Tentunya yang 100% cotton, biar adem bener! Tak lupa, kita beli kain abutai. Hah?! Maksud lo? Kain yang dibuat dari abu kremasi terus diberi sentuhan tai? Apa jawaban kami? Bukan. Kain abutai adalah kain yang tipis, mirip kayak kain mukena yang bahannya parasit. Buat dijait di daleman tas yang bakalan kami buat dari kain. Oh iya, gw dan Icha beli 2 meter kain flanel, yang beda” gambarnya setiap 1 meter. Aduh ribet. Maksudnya, 1 meter gambarnya kelinci, terus beli 1 meter lagi gambarnya snoopy warna dasarnya item. Terus yang katun buat apa? Buat di tie-dye doong, terus dijadiin tas yang lucu juga menarik.

Lalu, mengapa judul post ini adalah “Jalan Tamim, Penuh Konflik, Asa dan Tak Berdaya”? Karena, di jalan ini, kami menemukan 2 fakta, yang kami jadikan moral dari kehidupan kita di alam dunia. Karena akhirnya kita akan menemui alam akhirat. Dan dosa dosa kita akan ditimbang. AKH! Stop. Aku kan jadi takyut. Makanya kita harus goyaaang, duyu.. Dan 2 moral yang merupakan fakta berikut adalah:

  1. 78% penjual kain, umumnya sangar” dan menyeramkan. Entah karena sudah biasa ditawar” harga kainnya sama orang, lalu mereka bertindak anarkis supaya ngga ditawar, menjadikan sifat mereka keras terhadap orang lain kah, atau karena ada seminar atau workshop yang mengajari mereka basic-basic menjadi penjual kain harus lah sangar? Kalau anda adalah penjual kain, berusahalah agar menjadi 22% yang baik dan menyenangkan.
  2. Jangan mau berbisnis dan mempercayai dengan orang yang tak dikenal. Sebab, saat kami beli kain di sebuah toko, ada ibu” penjual kain, yang sepertinya pemilik toko curhat ke pembeli yang membeli dalam partai besar. Dan merupakan pegawai di Partai PDIP. Dari yang tertangkap pendengaran gw kayak gini,

(bapak pegawai memasuki toko, memberikan buku tabungan tahapan BCA kepada ibu” kribo atas yang merupakan pemilik toko, menurut gw.)

Ibu kribo: “Udah ditransfer belum?”

Bapak pegawai: “Belum.”

Ibu kribo: “Euh. Dari lebaran kemarin udah saya tungguin, pas ditanya katanya iyah iyah nanti ditransfer abis lebaran, ehh tidak sampai-sampai.”

Pembeli: “Makanya, jangan percaya sama orang yang ngga terlalu dipercaya beli kain dalam partai besar pake bon. Harusnya kontan.” (perhatian: orang ini membeli kain dalam partai besar kontan)

Ibu kribo: “Iya yah. Kapok saya, meuni keuheul pisan.” (perhatian: ibu kribo ini orang chinese) emangnya ga boleh orang chinese ngomong basa sunda?

Pembeli: “Perusahaan saya juga rugi 80 juta.”

Dan kami pun beranjak pergi dari toko itu.

Time For Business, Time For A Change.

Sekarang, gw bersama Icha dan Danti, berniat untuk merasuki jin. Kini bukan hanya jin yang merasuki manusia. Boong deng. Kami bertiga berniat untuk merasuki atau berkecimpung kecimplak di dunia bisnis. Setelah dulu, gw ama Icha memproduksi sebuah CD yang berisikan beberapa film buatan kami dan beberapa teman di SD.

Lalu, bisnis apa yang kita akan mulai masuki? Ya itu bisnis kain. Tepatnya kain yang telah dijahit sedemikian rupa dan voila, jadilah TAS SERUT! Bisa disebut juga gymsack.Mengapa tas serut? Soalnya kalo ngga laku dijual, bisa dipake sendiri. Tapi bukannya ngga niat buat dijual, bukan. Hanya antisipasi semata, apabila tak terjual.

Rencananya, minggu ini, gw ama icha mau nyari bahan kainnya di Segitiga Emas yang kata Pa Ardiman itu adalah Kosambi. Gw ngga tau kalo Kosambi disebut juga Segitiga Emas.

Okeh, rencana harga penjualannya sih ngga sampe 40 ribuan. Kurangi 10 ribu lah.

Dan, sepertinya tas akan mulai diproduksi minggu ini. Paling telat seminggu lagi selese. Produksi pertama yang direncanakan ada 12 tas. Rancangannya? Udah beberapa rancangan terlintas di kepala. Apa bisa rancangan itu dibikin jadi tas serut yang indah, menarik dan bakal laku keras? We’ll see.

Ke topik lain. Minggu ini adalah minggunya UKBAS GANJIL. Uji Kompetensi Blok Akhir Semester Ganjil. Hmm. Mulai dari hari Selasa hingga Jum’at. Mulai dari jam 7.15-10.45 pagi. Do’akan berlangsung lancar, amin!

***

Oops, perubahan rencana. Besok mau nyari kainnya ke Tamim.